Pusdiktan dan PEPI Cetak Duta Alsintan se-Indonesia
By Admin

nusakini.com - Sesuai dengan salah satu program Nawacita Presiden Joko Widodo yaitu peningkatan kapasitas sumber daya manusia (SDM), Kementerian Pertanian cetak duta alat mesin pertanian (ALSINTAN). Pemerintah melakukan akselerasi pertumbuhan ekonomi untuk mengejar kesejahteraan dan kemajuan bersama melalui: (1) perbaikan sistem pendidikan Indonesia, terutama melalui revitalisasi pedidikan vokasi yang disesuaikan dengan kebutuhan industri dan perkembangan teknologi; (2) peningkatan keterampilan pencari kerja dan pekerja melalui pelatihan vokasi dan sertifikasi.
Untuk mempersiapkan kualitas SDM pertanian yang mampu bersaing di pasar kerja harus memiliki kompetensi atau keahlian sesuai permintaan pasar yang memiliki pengetahuan (knowledge), keterampilan (skills), dan sikap kerja (attitudes) sesuai dengan standar yang dipersyaratkan serta senantiasa berupaya untuk mengembangkan kompetensinya.
Kepala Pusat Pendidikan Pertanian Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) Idha Widi Arsanti mengatakan bahwa SDM pertanian harus dibentuk dengan karakter yang baik, ucapan yang santun, perilaku yang mencerminkan umat yang beragama, dan berkeahlian profesional serta memiliki rasa kebangsaan yang kuat. Untuk itu, diperlukan pendidikan vokasi yang menggabungkan teori dengan praktik. Hal tesebut dalam kegiatan Masa Bimbingan Dasar Mahasiswa (MABIDAMA) Politeknik Enjinering Pertanian Indonesia senin (05/10)
Program pendidikan yang diselenggarakan adalah Sarjana Terapan dan Diploma III. Pendidikan di Politeknik Enjinering Petanian Indonesia (PEPI) lingkup Kementan bertujuan untuk memperkuat karakter generasi muda pertanian yang profesional, cerdas, jujur, mandiri, sebagai wirausahawan muda di bidang pertanian.
PEPI yang baru saja melakukan Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) yang nantinya akan menjadi duta Alsintan yang berasal dari seluruh Indonesia. Duta Alsintan tersebut berasal dari provinsi Aceh, Provinsi Sumatera Utara, Provinsi Sumatera Selatan, Provinsi Jambi, Provinsi Lampung, Provinsi DKI Jakarta, Provinsi Jawa Barat, Provinsi Banten, Provinsi Jawa Tengah, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta, Provinsi Jawa Timur, Provinsi Nusa Tenggarara Barat, Provinsi Nusa Tenggara Timur, Provinsi Kalimantan Barat dan Provinsi Kalimantan Timur yang akan menimba ilmu selama tiga tahun kedepan.
“Duta Alsintan tersebut di harapkan dapat membangun daerahnya dengan enjinering pertanian ketika lulus. Terampilan dalam mengoperasikan Alsintan, teknisi atau kemudian juga sebagai perekayasa sederhana dari alat dan mesin pertanian,”Ujar Idha Widi Arsanti.
Memasuki dunia digitalisasi atau teknologi adalah suatu keharusan dan harus yaitu semua yang akan menjadi pendamping atau pengawal atau maintenance. Dari perkembangan teknologi tersebut kita tahu sekarang dengan berkembangnya era informasi digital.
Kepala Pusat Pendidikan Pertanian Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) Idha Widi Arsanti menyatakan lulusan PEPI akan dibutuhkan oleh banyak petani atau kelompok tani atau kemudian perusahaan-perusahaan untuk kemudian menjadi ujung tombak bagi perkembangan teknologi pertanian yang ada di Indonesia.
Melalui PEPI, sudah dirancang dengan lebih banyak praktek dibandingkan dengan teori. Menjadi tenaga operator alat mesin pertanian, teknisi maintenance yang terampil, berintegritas dan memiliki jiwa entrepreneur serta berwawasan industri 4.0.
Disisi lain, Pusdiktan dan PEPI juga telah melakukan kerjasama dengan banyak perusahaan-perusahaan Alsintan sehingganya lulusan PEPI juga dapat mengikuti kegiatan kewirausahaan dan langsung berinteraksi dengan program-program utama Kementerian Pertanian dalam hal mensejahterakan masyarakat petani serta menjadi sebagai salah satu sektor yang dominan prioritas di negara Indonesia.
Mengakhiri sambutannya Kepala Pusat Pendidikan Pertanian dan PEPI sudah merencanakan lima tahun ke depan atau kemudian juga 10 tahun kedepan duta alsintan akan menjadi manajer terkait dengan alat dan mesin pertanian di mana saja apakah itu ada di bekerja di perusahaan swasta atau kemudian menjadi ASN atau kemudian menjadi wirausaha di bidang pertanian. (drea)